catatan harian gelegar

Malam ini, ku matikan lampu kamarku. Ku ganti dengan lampu biru yang menyala redup yang mebuat suasana kamarku menjadi terasa nyaman untuk melamun. Ku putar music music slow akustik yang berasal dari handphone kesayanganku yang aku sambukan ke speaker kebanggaanku sehingga memperkuat lamunanku untuk mengingat banyak kejadian yang menarik yang baru bisa aku tulis sekarang. Kejadian yang membuat aku dan teman aku tertawa untuk melupakan sejenak sebuah ketegangan di kejar waktu untuk menerbitkan sebuah bulletin yang kami beri nama “gelegar”. Kejadian yang membuat kami anak anak yang tergabung dalam kepengurusan Lembaga Pers Mahasiswa yang mempunyai nama”PROFESI” bukan lagi sedekat kawan atau sahabat, melainkan sudah sedekat seperti 1 keluarga besar, keluarga LPM PROFESI.

Agar kalian paham apa itu gelegar, aku akan mencoba menjelaskannya. Gelegar adalah sebuah bulletin terbitan LPM PROFESI yang hanya terbit pada saat ospek di Universitas Islam Indonesia, ospek terdiri dari 2 bagian, yaitu ospek universitas dan ospek fakultas. Ospek universitas diberi nama PINTAR(Pesona Indahnya Ta’aruf) ini berjalan selama2 hari, setelah itu isitirahat 1 hari. Kemudian dilanjutkan dengan ospek fakultas yang di beri nama PETA (pekan ta’ aruf) untuk fakultas teknik industri yang berjalan selama 2 hari. Selama ospek itulah aku dan temen temen profesi menjalankan tugas sebagai wartawan kampus yang mencari berita pada tiap harinya dan menerbitkannya pada tiap sore hari.

Ku nyalakan rokok ku, mencoba mengingat kejadian apa ajah yang terjadi selama itu. Kejadian hari pertama, hari kedua hingga hari ke empat. Dari pintu kamarku, ku melihat pemandangan malam di kos ku. Sambil memejamkan mata, aku berusaha untuk mencoba tengelam jauh lebih dalam untuk mengingat apa ajah yang aku alami. Pelan tapi pasti, rekaman demi rekaman terputar kembali di otakku. Ketegangan mereka, Kemarahan si pemred, si tika yang makin hari makin imut(sok imut maksudnya), rona yang suka aku gangguin(habis dikit dikit marah,marah kok dikit dikit), kata kata ku yang menjadi status facebooknya LPM PROFESI, dan masih banyak lagi. semua akan aku tulis dalam sebuah tulisan yang bertajuk ”Catatan Harian Gelegar”.

Catatan Harian Gelegar, ospek universitas hari pertama

Setelah malamnya kerja bareng ama anak anak pendiri usaha kebondesign sampai pagi, sekitar jam 4 subuh untuk mengarab kaos orderan panitia dekdok PETA (ospek fakultas). Aku pun memutuskan untuk tidak tidur, sebab kalo tidur pasti bakal kebablasan hingga matahari sudah tinggi. dengan cuci muka dan sikat gigi, aku rasa cukuplah untuk memanipulasi tubuh ini agar terasa segar. Ingat kelelahan itu cuman sugesti yang di beri otak kita kepada tubuh kita untuk istirahat. Jadi supaya tidak terasa capek, cuci mukalah dan cobalah melupakan kejadian beberapa saat yang lalu, sehingga tubuh kita akan terasa seperti bangun tidur, heheheh.

Kukenakan baju dinasku, kukalungkan id card persku, dan tak lupa meminjam kamera DSLR anak kosku untuk keperluan fotografi jurnalistik nantinya. Setelah aku pikir persiapan terasa cukup, dengan motorku aku menuju kampus. Dari kejauhan kulihat kampus sudah mulai ramai akan panitia dan kedatangan maba miba(julukan untuk mahasiswa baru). Berhubung motor yang masuk dalam lingkungan kampus hanya untuk maba miba. Maka aku dan kawanku  bernama gilang yang aku temukan di perjalan tadi, memakirkan motor kami di perkarangan kosnya si ucup yang letaknya tidak membuat lelah jika berjalan kaki kekampus. Tampaknya si ucup juga sudah siap untuk berangkat. Tapi berhubung aku kabid RGF yang kerjanya mencari foto yang berhubungan dengan berita berita yang akan diliput dengan anak anak profesi lainya, maka dengan berjalan kaki sendiri aku menuju kedepan boulevard yang merupakan tempat terjadinya asusila Tentu bukan, tapi ini merupakan tempat masuknya maba miba untuk menuju kedepan fakultas kedokteran yang merupakan tempat berkumpulnya maba miba yang mengikuti rangkain acara PINTAR 2009.

Hmmm, Apa yah… ada yang kurang rasanya kalo ospek tidak ada bagian yang dimana maba dan miba akan di bentak bentak oleh panitia yang berusaha tampil menyeramkan, garang, dan bersuara rocker. Tapi tahun ini bagian itu di hilangkan, munkin tepatnya…di kurangin hingga 5%. Hal itu membuat temen temen profesi yang meliput berita merasa kesulitan mencari berita yang menarik untuk diliput.

Kulihat tika dari kejauhan. Bertubuh kecil kurus tapi berpipi gembung seolah selalu mengunyah bakso tenis yang membuat dia terlihat sedikit imut Hehehe. Kutemani dia untuk menunggu maba miba yang terakhir datang, hmmmm ini merupakan berita andalan ketika berita yang lain susah di dapatkan hehehe. Kulihat cahya adi yang saat itu cahayanya sedang memudar, dan setau aku cahaya nggak pernah muncul dari dirinya hiks hiks hiks, mau ketawa ajah kalo ngeliat anak itu. Dia mengejar maba miba yang sedang mengiring motornya untuk diwawancarai. Aku pun juga ikut untuk mengambil gambarnya, kali ajah tuh anak yang terakhir. Tapi ternyata…..masih banyak anak yang datengnya siang banget. Ampe ampe ada juga seorang anak yang di antar mengunakan mobil dengan ibunya. Pada saat itu kami sudah berkumpul untuk briefing yang di pimpin oleh pemred. Tampaknya anak profesi banyak yang megang kamera, mulai dari ozie, akhyar, esha yang kameranya berasal dari perbuatan yang menujukan ketidak mampuan untuk membeli kamera sendiri heheh. Hanya toni aja miko saja yang menggunakan kamera sendiri. Tampaknya kerjaanku akan terasa ringan dengan bantuan mereka, sehingga aku bisa focus untuk layout doank. Sambil menunggu briefing, ada seorang maba yang berjalan sendiri melewati grobolan anak anak profesi. Dasar anak baru, disuruh apa apa mau hheheehe. “beri salam!” aku katakan ketika anak itu melewati kami. Kami pun tertawa beberapa saat hingga akhirnya tiyok berkata dengan bijak ”salam kok di ketawain, malah nggak dijawab”, itu cukup meredam tawa kami yang tadinya lepas.

Briefing pun dimulai, temen temen pun mengeluh karena susahnya mencari berita yang menarik. Munkin yang ada di otak meraka, berita yang menarik adalah berita yang berbau ketidak normalan atau ada sisi negatif yang bisa diungkap. Maklum pada tahun tahun sebelumnya biasanya di bagian bentak bentakan panitia merupakan saat terjadi berita yang unik terjadi. Tapi sayangnya tahun ini hal itu dihapuskan. Pemred pun mencoba memberi semangat dengan mengubah cara pandang temen teman yang lain mengenai berita. “kenapa harus yang negatif kalo ada yang positif dari PINTAR saat ini.” Kalo nggak salah itu yang di katakana sama si bagus yang menjabat sebagai pemred. Hmmm cukup bijakasana untuk seorang pemred hehehe. Ada satu bagian yang aku suka dari briefing ini. Kalo nggak salah bagus bilang” bla bla bla bla apalagi layouter kita ini harus ujian ntar siang, jadi kalo bisa beritanya cepat.” Wew kata kata itu cukup membuat aku merasa ter – istimewakan kawan.

Tampaknya statement yang di berikan bagus cukup membuat anak anak semangat dalam mencari berita. Ini terbukti dengan banyaknya berita yang terkumpul dengan cepat. Sampai sampai ada satu tulisan yang tidak dimasukan. Wew..Hasil yang cukup membagakan……

Catatan Harian Gelegar, ospek universitas hari kedua

tidak seperti kemaren, hari ini aku datang kesiangan. Ya kira kira jam 8.30 aku berangkat kekampus. Munkin karena aku terlalu lelah dengan kegiatan kemaren sehingga aku bisa bangun kesiangan seperti ini. Biasanya jam segini anak anak lagi pada sarapan nasi uduk di depan boulevard. Ternyata yang kutemukan disana hanya ada dian, dinara dan puti. Aku dengar dari mereka katanya tadi pagi ada kejadian seru. Ada kejadian dimana ada seorang anak yang mengaku dirinya sebagai imam mahdi. Mengaku dirinya merupakan orang terbaik setelah rosul. Wah gara gara kesiangan jadi ketinggalan berita seru nih. Dan tampaknya aku juga ketinggal briefing bareng temen temen.

Hari ini merupakan hari yang kurang baik. Pertama, hari ini merupakan hari dimana aku dimarahin. Bukan oleh pemimpin umum, bukan oleh pemred. Melainkan oleh novi ndut. biasalah…kalo aku lagi nggak ada kerjaan sukanya gangguin anak anak yang lain, ketawa ketawa bareng mereka sampai mereka lupa diri. Sebenarnya sih aku ajah kayanya yang lupa diri hehehehe. Kelihatan nya si novi udah bête duluan ama aku. Hal ini terlihat dari matanya, cara bicaranya, cara makanya nya, dan cara tidurnya hehehe kalo yang itu berlebihan. Aku pura pura mengeluh ajah tentang iklan yang di berikan oleh sirkus untuk aku layout. Karena iklan itu ada logo yang harus aku buat sendiri, hal itu cukup membuat aku repot. “Nggak usah di pasang ajah mas iklan nya” kata novi dengan nada suara yang amat sangat datar. Tapi tenang… sebenarnya iklannya sudah kelar dari  tadi hehehe. Si novi terlihat sedang serius menulis berita dan saat itu aku sedang berada di dekatnya. Ku coba dekatkan kepalaku kemonitornya sehingga melindungi dia untuk menulis.”MAS ZACKY APAAN SIH!” busyet cukup kaget juga dengar suaranya. Si ucup pun yang pada saat itu tidak jauh dari novi yang matanya making menyempit karena marah, cukup terheran heran melihat perubahan sikap novi. “Ciahh gitu ajah marah” aku bilang ke dia. Dia membalasnya dengan menggerutu sendiri”ORANG LAGI SERIUS” Heheh serem juga nih anak. Aku pun meninggalkanya dan kembali mengganggu anak anak yang lain.

Hal kedua yang membuat hari ini kurang baik adalah gelegar yang hampir saja tidak terbit. Tidak seperti hari kemaren yang berita terkumpul dengan cepat, untuk hari ini berita terkumpul sedikit telat. Hal itu juga membuat saya sebagai layouter harus bergerak dengan super cepat. Seperti katanya igor saikoji”keyboard ku di tangan kiri, mouse di tangan kanan”. Kalo nggak salah berita aku terima sekitar jam 3 an. Dan biasanya aku membutuhkan waktu 2 jam untuk melayout. Alhasil semuanya menjadi serba terburu. Belum lagi masalah tintah perinternya neno yang habis. Hal ini tentu makin memperburuk keadaan. Udah orangnya buruk eh perinternya juga buruk hahaha piss noo. Aku pun mengambil inisiatif untuk mengeprint di tempat langgananku mengeprint A3. Soalnya di tempat itu memakai printer laser sih. Jadinya kalo untuk warna hitam putih bagus. Dengan di temani tika, wew asik asik goncengan dengan tika.wakakaka kami berangkat ketempat rental printer tersebut. Setelah beberapa saat di susul dengan anak anak yang lain, jadinya rental printer tersebut menjadi ramai sesaat. Meski berkejar kejaran dengan waktu pulang maba miba, Suplemen tetep terbit.

Evaluasi merupakan tahap dimana anak anak profesi mencoba mencari hal hal yang kurang baik hari ini, untuk tidak di ulangin kesokan hari. Ketika bagus berkata tentang keterlambatan mengumpulkan berita yang menyebabkan suplemen jadi serba mepet seperti ini. Tiba tiba cahyadi juga ikut berbicara, dan disaat itu seolah olah ada cahaya dari belakang cahyadi . menyinarinya layaknya orang yang berpidato di atas pangung. Hehehhe lebay mode on. Di saat yang lain sedang serius membahas evalusi, aku masih saja bercanda berdua dengan ishe. Dasar orang yang susah di ajak serius….hehehe

Break 1 hari

Nggak ada yang special tampa hadir kalian kawan.

Catatan Harian Gelegar, Ospek Fakultas Hari Pertama

Gara gara minum kopi malamnya membuat saya tidak bisa tidur hingga pagi menjelang. Sama seperti hari pertama ospek universitas, hari ini pun saya tidak tidur malamnya. Capek capek dah, sakit sakit dah. Pake acara ketinggalan kartu pers pula. Terpaksa balik lagi ke kos. Maka nggak ada kamera lagi, kamera yang biasa aku pinjam sedang dipake ama yang punya untuk kegiatan ospek di fakultasnya dia. terpaksa dah tergantung ama anak buah dan staf staf yang lain. Tapi sayangnya pagi itu temen temen yang biasa membawa kamera blom dateng, hanya ada akhyar dengan kemare poketnya dan toni dengan kamera DSLRnya. Si akhyar standby di pos paling akhir dan si toni standby di pos paling depan.

Ospek fakultas berbeda dengan ospek unversitas yang penuh kelembutan. Ospek fakultas masih memiliki bagian dimana maba miba akan di bentak oleh oleh panitia di setiap pos, dan aku pikir di sini ah bagian yang paling seru. Bentakan demi bentakan terus membuat aku menoleh kesana kesini. Ingin ketawa rasanya ngeliat kaya gituan. Jadi inget pas waktu aku yang kena bentakan. Ku pinjam kameranya toni untuk rolling ketiap pos, hmmmmm cape juga nih harus mondar mandir gara gara kekurangan kamera.

Sampai di suatu perjalanan, kutemukan seorang anak yang sedang di gilir oleh senior senior. Anak itu menangis kesakitan. Teriak teriak…..maaf yang tadi nggak serius, hehehhe. Tampaknya nih anak ketahuan bawa rokok, jadinya dia di suruh ngerokok di depan senior senior tersebut. Terus rambutnya di cukur oleh senior dengan gaya acaladi alias di potong acak asal jadi pendek.

Ternyata hari ini adalah hari untuk pameran stand kelembagaan. Mulai dari hm tiap jurusan hingga lembaga kami juga. Biasaya sih untuk pameran stand terjadi pada hari kedua, tapi ternyata tidak. Ini membuat aku. PU, esha harid dan kawan yang lain sibuk menyiapkan stand. Dengan usaha kreatif yang keras dan tenaga yang di keluarkan mengahasilkan stand banyak peminantnya. Ini dapat dilihat dari antusias panitia yang saat itu juga menikmati hasil karya karya fotografi lpm profesi dan karya karya perserta lomba fotografi.

Setelah pameran stand, aku masih saja mengukir canda tawa mereka. Kaya seneng ajah buat mereka tertawa dari kelelahan mereka. Sampai sampai ada seorang kawan saya yang menulis di status fbnya “hari ini capeknya full..untung terhibur dengan senyum dan candanya, semangat…semangat..^^”

Catatan Harian Gelegar, Ospek Fakultas Hari Kedua(hari terakhir untuk tahun ini)

hari ini aku datang tidak sepagi hari kemaren, tapi masih di bilang pagi sih soalnya aku masih bisa melihat suasana bentak bentakan panitia. Perjalan ku kepos satu, aku betemu dengan begank, septa dan rani. Saat itu aku melihat ada miba yang di suruh berkenalan dengan rani oleh panitia kedisiplinan. Tampaknya itu adalah sebuah hukuman kepada miba tersebut karena lupa membawa sesuatu yang harus di bawa. Dan aku kira itu juga salah satu cara agar panitia itu mengetahui nama dari seorang anggota pengurusLPM PROFESI yang terbilang manis, yang biasa kami pangil rani. Rani adalah pacarnya septa. Dan mereka adalah satu satu nya pasangan yang ada di LPM PROFESI untuk priode ini. Hmmmm seperti iklanya simpati,” PROFESI menghubungkan jutaan orang, menyatukan jutaan hati”. Perjalanan aku lanjutkan menuju ke pos 1 yang sudah mulai sepi. Aku putar langkahku  untuk menuju ke pos terakhir. Pos dimana maba miba di kumpulkan disana untuk memulai acara ospek fakultas.

Lapangan basket di samping gedung FIAI(Fakultas Ilmu Agama Islam) merupakan pos dimana maba miba yang terlambat masih dihukum sebelum mereka bertemu dengan teman teman maba miba yang lain. Ada kejadian lucu disini. Ada seorang maba yang di cocard nya tertulis “ hobby: main perempuan” wakakaka. Sudah pasti di lapangan itu dia jadi bulan bulanan para panitia dan senior. “ini bukan saya yang nulis mas” kata maba tersebut. “Lalu siapa” kata seorang panitia cowo yang bertampang garang. “Tadi mas, ada mas mas yang mencoret. Saya itu hobbynya main ps” balas maba tersebut untuk membela diri sendiri. Tapi apa daya, seorang maba hanyalan seperti hamba yang tidak bisa apa apa. Dan aku pikir itu juga kerjaan mas mas senior yang nggak ada kerjaan. Selain itu ada juga maba yang menangis, munkin karena maba itu sangat sensitif untuk masalah perasaan, hehehe cengeng banget sih kamu.

Aku juga mendengar katanya tadi pagi ada miba yang ngedance di pos 3. Katanya sih gara gara dilihat tuh miba hobbynya dancer. Dona namanya, berasal satu kampung dengan aku. Katanya anak anak sih cantik orangnya. Aku jadi penasaran…. Dan hingga akhirnya aku sadar ternyata miba itu adalah ade dari teman seperjuangan ku. Oalah adenya angga  toh….heheheh.

Munkin karena tidur semalam belom cukup, aku ketiduran di sofa yang ada di depan kantor lembaga. Bangun bangun ternyata kantor sudah ramai dengan anak anak yang sedang menulis berita. Kayanya aku harus ngambil lapy nih sebagai persiapan layout. Ku langkahkan kaki menuju tempat dimana kendaraanku di parkir. Sebuah petaka menimpa diriku. Kulihat dari kejauhan motorku yang biasa aku letakan helmnya di sepion hilang. Untuk kesekian kalinya aku kehilangan helm. Ohh tidak….mengapa harus helm ku, padahal masih banyaka helm helm lain di sekitar situ yang cuman di letakan begitu sajah dia atas jok motor mereka. Hmmm suasana yang cukup mendonkolkan saat itu.

Setelah mengabil lapy, aku kembali bercandaan dengan anak anak yang saat itu tidak ada kerjaan. Dengan harid dan tika yang masih bingung untuk menulis suatu awalan sebuah berita. Dengan rona yang duduk kelelahan di sofa. Dan dengan si neno yang kerjaannya udah kelar. “Dari pada kalian nganggur, mendingan beli ini aku mini corneto 2 kotak sana” aku bilang ke rona dan tika. Numpung aku baru dapet rejeki, bolehlah berbagi ama anak anak kepengurusan LPM profesi yang sudah aku anggab dekat ini hehehhe. Kalo aja pacar ku ada disini, mungkin aku udah beliin dia boneka lumba lumba besar yang apabila dia memeluk boneka itu, dia akan terlihat sangat menggemaskan hehehehe. Tapi berhubung adanya cuman mereka, ya jadinya teratir mereka es cream ajah hehehe. Maklum nasib seorang LDR.

Proses layout saya biasanya di rencokin oleh rona dan baykun. Mereka yang selalu mengingatkanku jika ada kesalahan layout dan ketik. Ada suatu ketika rona menegur saya untuk sebuah tulisan yang huruf nya harusnya besar. Saya dengan cepat mengatinya sesuai keinginan dia dan berkata “ memang dari tadi kaya gini ron” dengan nada lebay dan mendonkolkan dia ,wakakaka sory Rona. Pokoknya kalo bareng aku pasti lebay, karena aku kan mahasiswa LBY. Yaitu sebuah ikatan mahasiswa yang selalu berlebihan atau dengan bahasa gaulnya biasa kita sebut “LEBAY”. Lebay sudah menjamur di anak anak LPM PROFESI, mulai dari tiyok yang suka pura pura terkejut, ada tika yang lemut atau lebay imut, ada usman yang suka bilang “ada obrol obral lohhh” ada juga cahyadi yang suka bilang “halllloooooo”, dan saya sendiri yang mempunyai kata kata yang sangat berpengaruh dengan anak anak lain. Katanya sih kata kata ku itu bisa membuat seseorang yang tadinya yakin menjadi ragu dengan dirinya sendiri. “ apa kamu yakin” kataku jika melihat seorang anak yang berkata tentang sebuah ketidak pastian hehehe.

Layout akhirnya kelar juga. Tinggal di print dan siap siap untu sesi perkenalan dengan maba miba. Saat itu perkenalan di pimpin oleh pimpinan umum kami yang akrab kami pangil Adi, tentu bukan cahyadi melainkan fathul yasir fuadi yang mempunyai blog beralamat yasiralkaf.wordpress.com. Memang orang ini cara bicaranya mempunyai karisma. Cara dia berbicara di depan maba miba seolah cepat tegas dan luwes, ya kira kira cukuplah untuk menarik perhatian maba miba. Top lah PA PU hehehe.

Seperti biasa, setelah semua setelah semuanya selesai kami selalu mengadakan tahap evaluasi. Aku mendapatkan kritik layout dari sodara bayku. Hmmm padahal dia disamping pas layout, kenapa baru sekarang dia mempermasalahkan hal itu. Ada juga halaman yang tidak tercetak gara gara kesalahan fotocopyan, dan masih banyak lagi kekurangan baik dari segi layout dan konten berita yang ada di gelegar terakhir untuk tahun ini. Ada bagian yang aku suka ketika evaluasi hari ini. Yaitu bagian dimana kami mengatakan tentang kesan dan pesan selama pengerjaan gelegar tahun ini. Saya cukup ge er dengan pernyataan seorang pengurus baru yang biasa saya pangil esha. “Ternyata kalian memang orang orang hebat di bidangnya, saya senang kerja sama dengan kalian “ kalo nggak salah sih itu yang di katakan pengurus yang penuh semangat itu. dan ada lagi bagian yang paling aku suka disini. Yaitu bagian ketika aku mengangkat tangan untuk berbicara. Dan ketika aku berkata” terimakasih buat temen-temen yang sudah memperingan kerja RGF. 4 hari kita bersama merupakan waktu yang sebentar untuk membuat aku sadar, kalian bukan kawan aku, kalian bukan temen aku, tapi kita sudah jadi satu keluarga”. Pernyataan tersebut cukup membuat anak anak tertawa, seolah mereka tidak percaya kata kata itu bisa keluar dari seorang kabid RGF yang kacau dan nggak pernah serius ini. sampai sampai baykun pun berkata” mana jek, kamu simpen dimana catatannya”. Hehehe

Akhirnya tibalah saat kami membagikan hasil kerja kami untuk hari ini. Gelegar kami bagikan kepada maba miba yang sedang asik berfoto foto sebagai kenangan ospek fakultas yang mereka jalanin. Aku pikir hasil karya kita ini tidak akan lebih dari 5 menit akan bergelatakan di jalan dan menjadi sampah kertas yang tidak ternilai. Tapi ternyata ada suatu pemandangan yang membuat aku puas akan hasil kerja temen temen PROFESI. Yaitu pemandangan dimana aku lihat deretan maba miba yang sedang duduk sambil membaca gelegar yang kami bagikan. Wew cukup terharu juga ngeliatnya.

Penutup

Akhirnya selesai juga catatan harian gelegar yang aku kerjakan sejak malam tadi. Hingga saat ini sampai besok dan sampai nanti, aku berharap kalian tidak akan lupa dengan hari ini. Hari hari kita bersama, hari hari kita tegang, hari hari kita tertawa, dan hari hari kita akan merasa terharu dengan perjuangan kita sendiri.

Dan buat para pengurus baru. kalian ada penerus kami, penerus kerja keras kami, canda tawa kami yang membuat kantor lembaga sedikit ribut… Tetap semangat yah buat kalian semua…semoga sukses selalu menyertai langkah kita hehehehe

4 pemikiran pada “catatan harian gelegar

  1. saya sbnrnya pengin bikin tulisan jga
    tp laptop saya rusak nih..
    g bisa nulis, ni komeng di sini aj ak di warnet
    T_T

    tp harus diakui emang bagus tulisanmu jak
    santai plus bikin orang cengar cengir
    tiap orang punya karakter masing2 dlm menulis
    dan semoga gaya ini adlah gayamu

    *jiah seriusnya diriku hahahahaha

    1. …kayanya kita bener bener nggak bisa lepas dari yang namanya internet yah….baru latop rusak ajah…langsung cari jalan yang lain….kewarnet misalnya, hehehhe

      waduh….makasih pa atas pujianya….

      rencananya sih saya mau buat buku tentang cinta di profesi… biar profesi jadi terkenal gituuuhhh.wkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s