refleksi

Kayanya, segelas kopi dan sebungkus kitkat bisa ngangetin badan ini. sore ini jogja sedang dingin dinginnya karena hujan. Setelah 2 hari kamaren jogja di landa panas, sekarang jogja dingin. Sedingin di belanda ketika sedang musim salju. Emank gw pernah ke belanda?? Haha.

Kopi ini masih terasa hangat. Sehangat ketika mengenggam kenalpot motor gw yang baru saja berhenti dari sebuah perjalanan panjang. Panas bett…

Perlu 15 menit untuk membuat kopi ini tidak terlalu panas. Sambil menunggu, gw mau menulis. Menulis apa pun yang terlintas dalam otak gw, otak yang belum pernah gw gunakan secara maksimal hingga sekarang.

Periode ini gw terpilih sebagai penulis refleksi untuk majalah LPM PROFESI. Hmmm bisa ga ya?? Ya udah gw coba ajah. Awal nya sih gw nggak terlalu yakin dengan kemampuan gw, tapi tetep gw coba ajah heheh.

Terlepas dari kemampuan gw dalam menulis, terlepas dari kopi yang mulai hangat. Gw mencoba menfilosofikan, apa sih “tulisan refleksi” itu. Coba kita artikan kata refleksi itu sendiri. Refleksi jika di artikan dalam bahasa Indonesia adalah cermin. Bukan berarti tulisan refleksi hanya di artikan sesempit tulisan cermin. Coba kita putar otak lagi apa yang tersebunyi dari filosofi cermin itu sendiri.

Cermin mempunyai sifat yang memantulkan. Ntah memantulkan bayangan, atau memantulkan cahaya. Kita bisa mengibaratkan bayangan dan cahaya adalah sisi hitam dan baik, atau sisi positif dan negative. Dengan adanya cermin yang bersifat memantulkan, seseorang atau objek yang berada di depan cermin, bayangan akan terpantulkan dengan sempurna. Terus apa yang didapat jika sudah seperti itu??

Tentu kita sudah sering bercermin. Hampir setiap hari, bangun tidur, sesudah mandi, mau pergi ketemu dosen, hingga mau tidur, kita sudah terbiasa untuk bercermin dulu. Apa yang kita rasakan ketika kita bercermin??? Misalnya gw ni, ketika gw bercermin gw merasakan betapa sempurnanya ciptaan ilahi yang sedang bercermin ini hehehe. dengan cermin gw bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata gw sendiri. bahkan mata kiri gw bisa melihat mata kanan gw, begitu juga sebaliknya.

Munkin itu, kenapa tulisan itu diberi nama “tulisan refleksi”. Tulisan yang bisa membuat kita membacanya menjadi tau apa yang tidak terlihat dalam kehidupan kita. Sehingga denga tulisan ini kita bisa sadar, ternyata kehidupan kita ada yang seharusnya kita perbaiki, atau kita banggakan.

Teruslah bercermin…hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s