GW DAN KUCING KAMPUNG

Malam ini enaknya cerita apa yah….hmmm cerita yang garing garing ajah kali yah. ngomong ngomong soal garing, setau gw garing itu dulu merupakan kata sifat yang hanya di gunakan untuk makanan. Kata sifat garing munkin mirip dengan renyah, hanya saja garing sedikit lebih keras dari renyah. Lawan kata garing adalah lempem. Bagi yang nggak tau lempem, coba deh makan krupuk yang sudah diangin anginin selama 2 minggu, itu yang dinamakan lempem. Anehnya, ntah sejak kapan, seingat gw waktu gw smp, kata garing sudah digunakan untuk sebuah ungkapan suatu keadaan. Keadaan yang bisa disama artikan dengan, tidak lucu. Yaaa dulu waktu gw smp ada temen gw yang mau ngecoba ngelucu tapi tidak berhasi, alhasil anak anak pada berkicau, “garing….garing…”.

oh iya, gw udah beli tiket untuk balik ke jogja. Ini pertama kalinya gw beli online loh, keren kan #gaptek. Biasanya kalao gw pulang ke jogja, gw sering bawa buku buku aneh dari rumah. Tahun lalu gw bawa buku tentang pengetahuan kamera slr. Dan sekarang gw nemuin buku bagus. Bukunya berjudul, “ the complete encyclopedia of cats”. Dari judul tentu udah ketebak isinya, nggak munkinkan isinya tentang perkara koruptor yang masih sering heboh di indonesia. buku ini dbeli kaka gw waktu dulu. Doi emank seneng banget ama kucing, makanya doi beli buku tentang kucing.

Gw sebenarnya sih juga suka sama kucing, tapi gw nggak se freak kakak gw. Waktu dibontang dulu gw suka memelihara kucing. Gw memelihara kucing kampung yang gw adopsi setelah gw temukan dia didalam selokan, tak berdaya, dekil, dan sungguh sangat mengenaskan. Gw dulu sempet percaya, tampaknya keluarga ini tidak cocok untuk memelihara kucing. Ini dikarenakan, setiap kucing yang dipelihara oleh keluarga gw pasti mati dengan mengenaskan. biar gw ceritakan beberapa kisah kematian tragis dari kucing kucing pernah gw pelihara.

#kematian1

Gw masih inget dengan kematian kucing yang satu ini. kenapa gw inget, soalnya gw, gw, iya gw, adalah pembunuhnya. Waktu itu disuatu siang, gw baru ajah pulang dari sekolah. Kalo nggak salah gw waktu masih TK. Gw waktu dari keluar dari pintu belakang, nyariin mbak gw(pembokat gw waktu kecil). Ngeliat mbak gw nggak ada, gw langsung masuk lagi kedalam rumah dan menutup pintu dengan cukup keras. Ternyata pintu tidak tertutup. Kamu tau apa yang menggal pintu itu??? Itu kepala kucing. Kepala kucing itu masuk duluan, dan lehernya tejepit. Gw langsung teriak sambil nangis nangis manggil nyokap gw,”mamah mamah”. Nyokab gw ngakat tuh kucing dan meletakannya di perkarang belakang rumah. *gw masih nangis* nyokab bilang,”makanya jangan kasar nutup pintunya” *gw tambah menjadi jadi nangisnya*. Tuh kucing masih kejang kejang. Nyokap ngasih pertolongan pertama untuk si kucing dengan menggunakan minyak tawon. Ternyata minyak tawon bukan hanya untuk tawon dan manusia, bahkan bisa untuk kucing. Ternyata si kucing tak dapat di selamatkan. Gw dan nyokab berada di samping nya hingga nafas terakhir si kucing. Selamat tinggal si kucing, semoga kamu bisa tenang di alam sana, dan kamu tidak menaruh dendam kepada anak kecil ingusan yang masih labil ini. amiiin.

#kematian2

Kalau yang ini pelakunya bokab. Ntah udah berapa kucing yang menjadi korban mobil bokab yang sungguh tidak sengaja melindas kucing di garasi. Kakak gw sering banget marah marah gara gara itu. Emank dasar kucing doyannya tiduran di bawah mobil. Si kucing nggak mikir apa kalau dia tidur dibawah mobil itu berbahaya. Apa perlu gw buat rambu di bawah mobil dengan tulisan, DON’T SLEEP HERE, IT’S VERY DENGEROUS.

#kematian3

Pelakunaya adalah anak kecil. Anak dari pembokat gw yang masih kecil. Waktu itu gw masih smp. Gw pulang sekolah menggunakan bus. Dengan sedikit berjalan kaki, gw pun sampai di perkarangan rumah gw. sebelum gw masuk kerumah, gw melihat ada sedikit pemandangan aneh di selokan besar rumah gw. gw melihat ada bayi kucing yang sudah tidak bernyawa lagi. Huft, siapa lagi nih pelakunya *berlaga sok dektekfif yang sedang mikir*. Seteleh penyelidikan gw yang memakan waktu dan tenaga, gw menemukan tersangka utama. Ternyata anak dari pembokat gw yang masih kecil adalah pelakunya. Doi pernah kepergok dengan santai melempar anak kucing keselokan seperti melempar batu karang di pinggir pantai. gw pun langsung memarahin doi dan marahin pembokat gw. dan besoknya gw melihat anak kecil itu melakukanya kembali. Gw nyerah, ntah berapa anak kucing yang dibuangnya. Gw kasian sama nyokab si anak kucing, doi samai pergi ninggalin rumah gw. Soalnya anaknya sudah habis dibuang anak kecil keselokan. Tragis…nasib ibu kucing kehilangan anaknya.

Sejak beberapa kejadian di atas, keluarga gw sudah nggak pernah lagi ngeadobsi secara resmi kucing kucing kampung. Paling paling ngasih makanan sisa ajah ama kucing kucing yang datang dan pergi sesuka hati.

Kecintaan kakak gw dengan kucing berlanjut hingga doi pergi kuliah. Doi membeli kucing persia bewarna abu abu. Kucing itu diberi nama, mili. Kakak gw memelihara selama setahun di jogja. Karena kesibukan, jadinya si mili di deportase ke rumah gw. dan itu untuk pertama kali di balikpapan keluarga gw mengadopsi kucing. Sekarang levelnya mulai naik, yang dulu pelihara kucing kampung, sekarang memelihara kucing persia yang notabenya lebih elit dari kucing kampung. “Dasar kau kucing kampung” eh salah dink, itukan lagunya keong racun.

munkin segitu dulu postingan kali ini. untuk cerita gw dengan kucing persia akan gw ceritain nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s