AUGUTS RUSH : FOLLOW THE MUSIC

Munkin udah basi banget jika gw menulis tentang film yang baru ajah gw tonton. August rush, film nominasi academy award 2007 yang sutradai oleh kirsten sheridan(from:wiki). Udah kebayangkan betapa terlambatnya gw menonton film ini. film ini sering disebut sebut oleh beberapa teman gw, dan sial gw baru mau meluangkan waktu memilih menonton film ini.

gw belum pernah menulis resensi tentang sebuah film. Gw akan memilih menceritakan, menceritakan apa yang di otak gw setelah menonton film ini. dan sekarang, setelah gw menoton film ini. otak gw berkata,”this is very very good dog, oh sory sory. This is a good film. You must see it”. Ya kurang lebih begitulah apa yang di otak gw dengan bahasa inggris alakadarnya.

Agustrush: follow the music. Awalnya bingung mau ngasih judul apa yang tepat untuk tulisan ini. yang keren, yang mengigit, yang padat tapi dalem. Sempat terfikir, august rush : dari pengamen jadi beken. Atau, august rush: rush rush baby. Hingga akhirnya, setelah melakukan pemikiran yang panjang kali lebar. Maka judul yang paling mendingan dari yang lain adalah, jeng jeng, eng ing eng, augustrush : follow the music.

Menceritakan tetang seorang anak yang yakin akan menemukan kedua orang tuanya. Evan(auguts), sejak kecil tinggal di sebuah yayasan yatim piatu. Evan belum pernah bertemu denga kedua orang tuanya. Namun evan selalu yakin suatu saat mereka pasti akan bertemu, di pertemukan oleh musik.

Masih ingat dengan film parfume yang di adobsi dari novel dengan judul yang sama?? Parfume punya indra penciuman yang istimewa, august rushnya punya inda pendengaran yang istumewa. Dan gw berharap, gw punya tatapan yang istimewa. Tatapan yang dapat melumpuhkan hati wanita, membuat wanita klepek klepek seperti ikan koki yang nggak sengaja lompat dari aquarium yang kecil. Oke oke….back to august rush.

dengan kayakinannya, dan kemampuanya, august mencari kedua orang tuanya dengan mengikuti musik. Dia dapat mendengarkan musik yang di cipatakan oleh alam, seperti angin, rumput dan kentut.

Orang tua evan adalah musisi yang berbakat, dan evan yakin bakat yang dia miliki gabungan dari bakat kedua orang tuanya. Ibunya seorang pemain biolah besar, yang kalo dimainkan harus di dirikan, ntah apa namanya. Dan ayahnya adalah seorang musisi muda berbakat. Mereka berdua bertemu dan terlibat cinta satu malam. Cinta satu malam oh indahnya, cinta satu malam buat ku melayang, cinta satu malam akan ku kenang selama lamanya, gitu katanya. Dari cinta satu malam itu lah proses evan di mulai.

Kakenya evan tidak meingingkan kehadiran evan yang akan merusak karier ibunya evan yang sedang di puncak populeritas. maka dari itu, kakenya evan memanfaatkan kecelakaan yang menimpa ibunya evan untuk memisahkan mereka dengan alasan evan telah tiada. Inilah yang menyebapkan mereka berpisah.

pencarian evan untuk mencari ibunya tidak berjalan lancar. Masih banyak hambatan yang dikisahkan di film ini. pertemuan dengan bandar pengamen jalanan yang tidak ingin melepaskan evan karena bakatnya, adalah satu hambatan yang membuat film ini semakin seru. Nggak bisa ngebayangin serunya ? munkin sebaiknya anda menonton saja.

 

terlalu baik itu mencurigakan

Pernah gw membaca blognya seorang penulis konyol, kalo nggak salah judulnya, “terlalu baik itu juga tidak baik”. meceritakan tentang petualang seorang yang sedang makan di restoran yang pelayannya dirasa terlalu dan sangat amat baik, sehingga menimbulkan kesan yang rada aneh dan tidak enak. Pengalaman itu pun baru ajah gw rasain tadi, tadi sore.

Ini berawal dari hajatan temen gw yang sedang berulang tahun. Gw sih usulin restouran yang menyediakan makanan ala italy. Soalnya udah lama banget nih gw nggak makan di restouran ini. gw memesan satu jenis makanan aneh, lembek, berlendir, pokonya bikin temen temen gw rada jijiklah ngeliatnya, tapi gw suka makanan yang seperti ini. makanan yang penuh keju cair, dagin sapi lembek, dan sedikit kuah kental.

Pelayanan disini gw rasa sangat baik, dan tidak begitu berlebihan. Hingga sampai gw mengalam kejadian yang membuat mata gw, ketiga temen gw, saling berpadangan penuh isyarat tak jelas. Jelasnya gini, gw minta saos sambal ke salah satu pelayan cewe yang kepedulan lewat di meja gw makan. Saos gw terima, gw buka saosnya, dan gw berusaha menumpahkanya kedalam piring. Tak ada angin tak ada hujan, tiba tiba ada bapak bapak yang menyapa gw dan berkata,”saosnya mau di bantu numpahin?”. Gw dengan gaguk nya berakata, “oh uh oh ah oh nggak pa pa, te ri ma kasih“.

Berbuat baik itu memang baik, tapi terkadang berbuat baik diluar perbuatan baik yang biasanya membuat kita mikir, nih orang pasti punya maksud di balik kancut. Gw masih syukur yang gituin(kaya diapain ajah) bapak bapak. Coba kalo mas mas ganteng, pasti dah tuh orang homo tulent yang ngeliat gw ganteng. Gw mau coba lagi, kali ajah yang sekarang numpahin saosnya mba mba berbaju hitam. Berkali kali gw coba numpahin saos ketika ada mba mba lewat, dengan tampang gw yang sok kesusahan, kok mbanya cuek cuek ajah yah. apa karena muka gw yang memang bisa dibilang ganteng untuk kalangan bapak bapak saja??? Hanya om itu yang tau, loh.

cerita konyol ketika sholat idul adha

Nggak kerasa, setahun sudah berlalu sejak kejadian itu. kejadian membuat sholat idul adha ku batal total. Malam ini, malam dimana orang orang mengumandangkan takbir. Takbir takbir yang tersebar luas oleh pengerah suara yang berasal dari masjid masjid yang ada di sekitar kos gw. sungguh suasana yang sangat berharga, karena suasana ini resminya hanya terjadi 2kali dalam setahun, malam idul fitri, dan malam idul adha.

Kalo udah kaya gini, gw jadi ingat suasana rumah yang sangat hangat. Mamah sibuk didapur, kakak beres beres rumah, dan ayah yang sekarang sering menghabiskan waktunya duduk menonton tv. Ya begitulah rumah gw. rumah yang selalu hangat di jadikan tempat pulang dari penatnya kehidupan dunia. Postingan kali gw nggak akan cerita tentang rumah, tapi kali ini gw akan ceritain tentang kajadian setahun yang lalu. Kejadian yang membuat gw, dan teman gw bisa di katakan batal dalam melaksanakan sholat ied.

Seperti yang selalu di lakukan orang orang, sholat idul adha selalu ingin menjadi sholat yang paling khusyu, secara ini sholat hanya terjadi satu tahun sekali. Gw pun juga begitu. Gw sangat mengistimewakan sholat ini, walaupun seharusnya semua sholat harus kita istimewakan.

Sholat subuh, mandi, make baju muslim, semprot parfum sana sini, semua terlihat sangat sempurna hari ini. tapi tidak dengan kejadian yang satu ini. kejadian dimana gw menyundul pantat orang di depan gw ketika berdiri dari sujud. Ntah posisi gw yang terlalu menundul kedepan, atau pantah tuh orang yang terlalu besar. korban gw adalah seorang bapak bapak yang langsung tersunkur kedepan akibat dari sundulan gw yang keras. Begonya gw respon ngomong, “aduh!” jelas ini udah bikin batal sholat.

Tapi ternyata kebodohan tidak berhenti di kata aduh itu. ini bagaikan getaran resonansi yang mengakibatkan getaran yang lain. Efek dari resonansi kebodohan itu adalah temen gw yang terbatuk batuk. Batuk batuk disini adalah pengalihan untuk menahan ketawa. Gw yakin, jika tidak sedang sholat, gw dan temen gw udah tertawa selepas lepasnya gara gara kekonyolan gw. ketawa itu menyenangkan, tapi nahan ketawa itu sangat menyakitkan. Munkin ada benarnya, tertawalah selagi tertawa itu boleh, dan jangan begadang, jika tak ada artinya, loh kok malah kelagu roma sih.

Untung saja kejadian ini tidak mengakibatkan sundulan beruntun. Gw nyundul orang depan, orang depan tersungkur kedepan dan menyundul orang di depanya. Terus dan terus hingga sundul terkahir mengenai orang paling depan, imam sholad ied. Dan semua orang berteriak, goaall.

Pesan: hindarilah kejadian seperti ini, apa lagi bagi anda yang berutubuh tinggi. ini sangat munkin terjadi pada anda, teman anda, keluarga anda, atau munkin yang gw sundul adalah orang tua anda? Maafkan saya kalo begitu.. hehehe

CERITA DIBALIK ABENK ZONE

Munkin sudah terlalu banyak buku cerita yang menceritakan tentang kehidupan anak kos yang penuh dengan canda tawa, kekonyolan , kebodohan, sedikit kebencian, dan yang paling penting dari semua cerita itu adalah, persahabat. Postingan kali ini, gw terpikir menceritakan sedikit, sedikit saja tentang kos ini. jika gw ceritanya banyak, mendingan gw buat buku ajah. Hehehe

Sudah 2 tahun lebih gw ada di kos ini. kos ini diberi nama abenk. Termasuk kos kos an yang sudah tua, ini bisa diliat dari ankatan tertua yang masih ada di kos ini. Ada beberapa alasan menyebapkan gw pindah kekos ini. diantarnya karena kos ini merupakan kos yang terfasilitasi dengan koneksi internet. Alasan yang lain adalah listri, listrik di kos ini termasuk yang mempunyai aliran yang cukup stabil, walaupun bayaran bulanan listrik disini termasuk mahal.

 

Kamar nomer 5, ini kamar gw. kamar yang cukup dekat dengan kamar mandi, dan kamar yang tidak terlalu jauh dari pintu gerbang. Di awal awal adapatasi gw di kos ini terasa cukup sulit. Terlalu banyaknya penghuni, dan abank abank yang umur sudah terlalu jauh untuk di jadikan teman akrab, bisa di jadikan alasan kenapa gw butuh waktu lama untuk merasa kerasan disini. Sekarang, seiring berjalannya waktu, gw sudah mulai hafal denga karakter karakter yang ada di kos ini. karakter, inilah yang kali ini akan gw ceritakan disini.

Gw nggak munkin menceritakan semua karater yang ada di kos ini, berhubung penghuni kos ini hampir mencapai 30 orang, bisa satu buku jika gw bahas semua. Untuk menghindari hal hal yang melelahkan tersebut, gw akan membahas karakter karakter yang berperan besar dalam mewarnai keseruan dan kegilaan di kos ini.

Subhan kismanto, orang pertama yang akan gw ceritakan. Orang yang membuat gw tertarik dengan kos ini. subhan kismanto yang biasa dipangil maman, atau mamen, atau subhan, tapi nggak munkin dipangil kiss, mempunyai kebiasan unik. Kebiasanyan unik ini adalah memakai handuk mulai bangun tidur hingga mandi. Iya kalo bangun tidur langsung mandi, lah ini make handuknya mulai pagi, mandinya entah kapan. Sampai cape anak anak ngejekin dia,”handukan terusss”.

Jika ditanya siapa yang paling usil disini, dialah orangnya. Dan jika ditanya lagi siapakah yang paling usil se jakal atas, mungkin dia jugalah orangnya. Keusilan dia yang menurut gw cukup parah adalah, doi sering banget naro sempak(ntah sempak siapa) di bagian motor yang tersembunyi, semisal plat depan, atau plat belakang. Ini mengakibatkan si pengemudi motor akan berjalan jalan dengan hiasan sempak di bagian motornya. Pernah suatu ketika temen gw yang menjadi korban keusilanya ini, sampai bolak balik burjo, doi baru sadar, ternyata di plat belakang nya ada sempak yang terexpose bebas. Munkin orang orang mengira, nih orang kreatif juga yah ngeringin sempaknya,  sambil jalan jalan, sambil mengangin anginkan sempaknya hingga kering.

baru baru ini, waktu merapi sedan heboh hebohnya mengeluarkan abu vulkaniknya yang membuat kota jogja terselimuti abu yang cukup tebal. Si mamen masih sempetnya sempetnya tercetus ide usil yang lebih parah dari sebelumnya. Lagi lagi ini masih berkaitan sempak yang entah dapet dari mana. Si mamen menaruh sempak yang iya peroleh kedalam helm anak kos gw yang bernama dedy, nanti akan gw ceritakan tentang anak yang satu ini. setelah naruh sempak kedalam helm, si mamen bilang,”ded ded, ada helm teknologi baru lo, langsung dengan masker anti debu vulkanik”. Tapi si dedi belum sadar juga. Ntah apa yang terjadi selanjutnya.

*bersambung

BALADA KRISIS MERAPI 3

Abenk zone, kos kosan yang berpenghuni lebih dari 20 orang ini secara perlahan menjadi sepi. Satu demi satu, orang orang disini mengungsi ntah kemana. Yang kampungnya dekat bisa pulang, yang kampung nya jauh bisa keluar kota, bahkan ada juga yang memanfaatkan kejadian ini untuk sekalian berlibur ke suatu tempat yang indah seperti bali. Banyak anak anak yang mengajurkan gw untuk mengungsi juga, tapi rasanya berat juga untuk meninggalkan kos ini. kos yang selalu tertawa, selalu ribut, dan selalu berkonflik ini.

Mulai pagi anak anak udah pergi. Hingga sore menjelang, tinggalah 4 orang disini, gw, temen gw, temen gw 2, dan temen gw 3. Gw sebenarnya sudah berencanan untuk mengungsi ketempat sepupu gw, tapi temen gw mengajak ketempat temen gw 5 yang berada di daerah concat. berhubung gw teman yang baik, gw mengiyakan untuk mengungsi ramai ramai di tempat temen gw 5. jadilah malam ini, kami ber3 (gw, temen 1,dan 2) tidur disini.

Keesokan harinya, gw kembali kekos. Keadaan kos sangat sepi, dan mati. Hanya orang orang terntentu saja yang masih ada disini. Dengan hadirnya gw, di kos kosan yang memiliki hampi 30an kamar ini hanya berpenghuni 3 orang sajah. Bisa di bayangkan betapa sepinya kos kosan ini. keadaannya sangat kacau. Debu dimana mana, anak ayam dimana mana(lah yang ini nggak ada hubungan dengan hujan abu). Kos ini sekilah lebih mirip kandang ayam berukuran sangat besar. gw lebih memilih menghabiskan waktu siang di kos dan mengungsi kembali ketika malam menjelang. Ini di karena waktu malam yang cukup mencekam disini, sepi dan kemunkinan mati lampu bisa mengakibatkan kepanikan tingkat tinggi seperti waktu itu.

BALADA KRISIS MERAPI 2

Masih dalam pasca kerisi merapi. Barusan gw berkunjung ketempat pengungsian yang paling dekat dengan kos gw, yaitu kampus gw sendiri. kampus universitas islam indonesia yang letaknya bisa di bilang cukup aman dengan puncak merapi, dijadikan tempat pengunsian para warga yang terkena dampak ketidak amanan merapi saat ini. para pengungsi di lokasikan di gedung olah raga yang bisa di bilang mempunyai daya tampung yang cukup besar.

Ini berawal dari rasa keingintauhuan gw, dan temen kos gw untuk berkunjung kesana. Bukan hanya sekedar tebar pesona dengan para pengungsi, kami pun berinisiatif mengmpulkan baju baju yang masih layak pakai dan uang alakadarnya untuk disumbangkan nantinya.

Setibanya di gorUII, kami melihat pemandangan yang selayak tempat pengungsian. Orang-orang duduk dan tidur beralaskan tikar dan karpet seadanya. waktu gw datang, para pengungsi sedang dihibur dengan penampilan dari mas opik. Cukuplah untuk mengisi kegaringan di tempat pengungsian. Selain dihibur dengan senandung senandung yang dilantunkan oleh mas opik, pengungsi juga di tabahkan dengan siraman rohani yang dari kiayi yang tidak gw kenal, tapi kayanya populer.

Tidak berlama lama, setelah menyerahkan apa yang bisa kami berikut, kami pun langsung cabut dari tempat pengungsian itu. sesampai di kos, gw berencana untuk kembali berkonsentrasi dengan tugasakhir gw. ketika sedang asik bermain dengan keyboard yang mengeluarkan bunyi khas tak bernada, gw merasakan sesuatu. Gw merasakan apa yang tidak biasa. Gemuruh merapi yang sedang gelisah terdengar hingga bisa membuat jendela kamar gw bergetar pelan. Gempa tektonik yang cukup pelan tapi berjalan cukup lama, sudah bisa membuat seluruh penghuni kos kos an ini keluar semua. Kami semua saling menyamakan persepsi. Ternyata benar, semua orang merasakan apa yang aku rasakan, ini erupsi merapi. Tak lama kemudia, hujan krikil sudah mulai berjatuhan di atas kosan gw. keadaan belum panik.

ketika lampu padam, barulah kepanikan memecah. Semua orang, mulai berlarian mengambil motor, dan kabur ntah kemana. Gw masih tenang. Gw berencana mengungsi kehotel dimana om gw sedang menginap disitu. Baru gw mau ngeluarin motor, temen gw yang dengan wajah paniknya berkata,” jek…ikuuuutttt”. Ngungsi kehotel yang penuh dengan kehangatan, bayangan tidur nyenyak dengan selimut, mandi air hangat menenangkan, dan sarapan pagi yang enak, punah lah semua. Pengungsian yang enak tergantikan dengan pelarian dari kepanikan sejauh jauhnya.

Tapi ternyata pelarian tidak berjalan dengan mulus, kami berdua di dera gejala sakit perut di kala panik. Setelah melalui perundingan yang sangat singkat, kami memutuskan untuk boker bersama di tengah kepanikan. Boker bersama bukan berarti boker berdua dalam satu kamar mandi yang sama. Kamar mandi yang bersebelahan di isi oleh kami berdua yang sedang melakukan aktifitas yang sama, boker. Kami pun saling bersaut sautan untuk memastikan di antar kami tidak ada yang pergi duluan. Selesai boker pun, keadaan makin parah dengan hujan lumpur yang cukup deras. mantel gw langsung kotor. Baru sampai di belokan depan kos, kami memutuskan untuk balik lagi. Kami berinisiatif untuk mengambil baju ganti yang nanti akan kami gunakan di mana kami mengungsi. Ketika sampai di kos, semangat mengungsi menjadi hilang. Kami lebih memilih stay dikos, toh ini hanya hujan lumpur. Gw berpikir, pasti bakal kotor kotoran, males bangettt. Akhirnya kami pun stay di kos hingga pagi menjelang.

ke keluarga teman

Berjalan jalan ke rumah keluarga teman munkin bisa jadikan sebuah alternatif liburan yang lumayan seru. Kita munkin tidak akan pergi kesuatau tempat yang begitu indah, seperti pantai, atau perkebunan teh yang sejuk, tapi yang penting adalah kita datang ketempat yang belum pernah sama sekali kita kunjungi. Tempat baru, perjalan baru, pengalaman baru, dan cerita baru yang akan segera aku tuliskan disini. Oke, cerita di mulai.

Berawal dari seorang teman yang meminta gw untuk menjadi supir. Berhubung gw adalah seorang teman yang, gw pun menyanggupi permintaan temen gw yang sedikit sedeng itu. berangkat dari jogja pukul 9.30, waktu yang cukup malam untuk perjalan yang cukup jauh. Tujuan perjalan ini adalah menjemput omnya temen gw untuk tidur di kos karena keesokan harinya di jam 6 pagi harus sudah ada di bandara jogja. Sangat tidak memunkinkan untuk berangkat dari magelang menuju banda di waktu sepagi itu. jadi solusi inilah yang menurut temen gw paling efektif.

Kami berdua berjalan di tengah malam, di tengah kabut, hanya berdua, dan sesama jenis, tidaakkk. Gw berharap tidak ada satu pun dari kami mendadak jadi homo. Perjalanan yang penuh kabut, membuat gw sangat sangat ekstra hati hati, membesarkan pupil mata, dan tidak berkedip sedikitpun selama perjalanan ini.

Sesuai dengan moto gw dalam sebuah perjalan, yang penting bukan tujuanya, tapi perjalan itu sendiri. kami mengambil jalan alternatif menuju magelang, jalan yang belum pernah gw lalui sebelumnya. Kami melewati daerah turi, daerah yang dominan lebih sepi dari pada jalan alertanif ke magelang yang biasa gw lalui.

Berhubung ini daratan yang tinggi, kabut menelimuti jarak pandang gw. perjalanan akan semakin pelan, dan waktu akan semakin banyak terbuang. Gw masih terus berdoa, semoga tidak ada yang mendadak berubah menjadi homo malam ini. ternyata, jalan alternatif ini cukup sulit diingat untuk sekali jalan. Munkin gw harus lewati jalan ini hingga 7 kali sampai gw benar benar hafal lika-likunya.

Sekitar 1jam kemudia, gw sudah sampai di sebuah lingkungan yang cukup desa. Udara dingin, dan kabut masih menyelimuti perjalanan ini. hangat sambutan dari keluarga temen gw ternyata sudah lebih menghilangkan dinginnay perjalanan tadi. Kami di suguhi makanan standar yang terasa enak di saat-saat seperti ini. ada lumpia, lemper, dan segelas teh hangat. Wajah wajah tua mbah nya temen gw makin memperkuat suasana desa yang gw rasakan.

Tidak perlu berlama lama, karena memang kami harus balik untuk beristirahat, terutama omnya temen gw yang akan melanjutkan perjalanan menuju palembang. Di perjalanan pulang, gw ngerasa bagaiakan tengah tengah keluarga yang sedang ngobrol di ruang tamu. Dan gw hanya orang asing yang hanya terkadang di ajak bicara dengan pertanyaan standar, asli mana, tinggal dimana, dll. Tiba tiba temen gw ngebahas tentang candi yang di temukan di kampus gw. temen gw bilang,”waktu di gali gali, ada bentuk bentuk gitu” kepada omnya. Pikiran gw langsung ngebayangin bentuk bentuk nggak jelas. Gw berusaha nahan ketawa. Hanya gw dan temen yang ngerti tentang bentuk apa yang terbayang di otak kami masing masing.