ke keluarga teman

Berjalan jalan ke rumah keluarga teman munkin bisa jadikan sebuah alternatif liburan yang lumayan seru. Kita munkin tidak akan pergi kesuatau tempat yang begitu indah, seperti pantai, atau perkebunan teh yang sejuk, tapi yang penting adalah kita datang ketempat yang belum pernah sama sekali kita kunjungi. Tempat baru, perjalan baru, pengalaman baru, dan cerita baru yang akan segera aku tuliskan disini. Oke, cerita di mulai.

Berawal dari seorang teman yang meminta gw untuk menjadi supir. Berhubung gw adalah seorang teman yang, gw pun menyanggupi permintaan temen gw yang sedikit sedeng itu. berangkat dari jogja pukul 9.30, waktu yang cukup malam untuk perjalan yang cukup jauh. Tujuan perjalan ini adalah menjemput omnya temen gw untuk tidur di kos karena keesokan harinya di jam 6 pagi harus sudah ada di bandara jogja. Sangat tidak memunkinkan untuk berangkat dari magelang menuju banda di waktu sepagi itu. jadi solusi inilah yang menurut temen gw paling efektif.

Kami berdua berjalan di tengah malam, di tengah kabut, hanya berdua, dan sesama jenis, tidaakkk. Gw berharap tidak ada satu pun dari kami mendadak jadi homo. Perjalanan yang penuh kabut, membuat gw sangat sangat ekstra hati hati, membesarkan pupil mata, dan tidak berkedip sedikitpun selama perjalanan ini.

Sesuai dengan moto gw dalam sebuah perjalan, yang penting bukan tujuanya, tapi perjalan itu sendiri. kami mengambil jalan alternatif menuju magelang, jalan yang belum pernah gw lalui sebelumnya. Kami melewati daerah turi, daerah yang dominan lebih sepi dari pada jalan alertanif ke magelang yang biasa gw lalui.

Berhubung ini daratan yang tinggi, kabut menelimuti jarak pandang gw. perjalanan akan semakin pelan, dan waktu akan semakin banyak terbuang. Gw masih terus berdoa, semoga tidak ada yang mendadak berubah menjadi homo malam ini. ternyata, jalan alternatif ini cukup sulit diingat untuk sekali jalan. Munkin gw harus lewati jalan ini hingga 7 kali sampai gw benar benar hafal lika-likunya.

Sekitar 1jam kemudia, gw sudah sampai di sebuah lingkungan yang cukup desa. Udara dingin, dan kabut masih menyelimuti perjalanan ini. hangat sambutan dari keluarga temen gw ternyata sudah lebih menghilangkan dinginnay perjalanan tadi. Kami di suguhi makanan standar yang terasa enak di saat-saat seperti ini. ada lumpia, lemper, dan segelas teh hangat. Wajah wajah tua mbah nya temen gw makin memperkuat suasana desa yang gw rasakan.

Tidak perlu berlama lama, karena memang kami harus balik untuk beristirahat, terutama omnya temen gw yang akan melanjutkan perjalanan menuju palembang. Di perjalanan pulang, gw ngerasa bagaiakan tengah tengah keluarga yang sedang ngobrol di ruang tamu. Dan gw hanya orang asing yang hanya terkadang di ajak bicara dengan pertanyaan standar, asli mana, tinggal dimana, dll. Tiba tiba temen gw ngebahas tentang candi yang di temukan di kampus gw. temen gw bilang,”waktu di gali gali, ada bentuk bentuk gitu” kepada omnya. Pikiran gw langsung ngebayangin bentuk bentuk nggak jelas. Gw berusaha nahan ketawa. Hanya gw dan temen yang ngerti tentang bentuk apa yang terbayang di otak kami masing masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s