Go To lawu part 4(the end)

perjalan pulang kami di awali dengan mogoknya mobil yang gw pinjam. mobil yang dari kemaren sehat sehat ajah, ntah kenapa hari ini sepertinya mobil ini tidak ingin pulang. ah, munkin kedinginan. terpaksa deh dinyalain dengan setar dorong. dengan bantuan anak FIRE(nama ankatan gw), akhirnya mbil ini pun bisa hidup kembali dari tidurnya.

di tengah perjalanan, ntah kenapa mobil ini tiba tiba mati. para penumpang panik, dan gw yang sok nggak panik, akhirnya panik juga. ” loh loh kenapa nih, kenapa????”, dengan cekatan gw membanting stir mobil ke kiri, mencari posisi paling tepat untuk mogok. akhirnya gw, seisi mobil terdampar di sebuah lampu merah.

bingung mau ngapain. gw nggak ngerti mesin mobil, gw cuma bisa bawa mobil. gw harus gimana,*sambil menatap langit, menunggus sebuah harapan dari langit. tak lama kemudian, munculah rombongan fire yang akhir dengan suka rela menolong gw kembali. setelah menempuh beberapa menit untuk sebuah penelidikan mengapa mobil ini mogok. akhirnya kami menemukan sebuah jawaban. aki mobil ini habis, dan kipas angin pendingin mobil ini juga mati. lengkaplah sudah.   dengan sangat terpaksa kami harus terdampar lagi di sebuah bengkel. satu pelajaran yang bisa gw ambil disini. jangan lupa mengecek kondisi air aki, air radiator, dan semua keadaan mesin ketika anda meminjam mobil dari teman anda.

beberapa jam kemudian. mobil terbangun kembali dari pingsannya, dan kami pun melanjutkan perjalanan ini. sedikit terlambat dari yang di jadwalkan. nggak papa, yang penting kami bisa pulang dengan selamat.

akhirnya kami sampai juga di jogja. inilah ending dari perjalanan ini. perjalanan rock dan kolor, rock n rol maksud saya…

Go To LAWU PART 3

malam menjelang menganti sore. dinginnya lawu semakin sering terasa membuat tubuh ini mengigil. hiburan malam ini adalah malam inagurasi. adalah malam dimana setiap peserta menampilkan kebisaanya dalam berkarya di depan peserta lainya. bisa main musik, bisa baca puisi, bisa acting, atau bisa narsis narsisan. tapi malam ini, hampir semua peserta menampilkan kemapuanya dalam bermusik.

dingin malam pun sedikit terobati dengan ramainya malam itu. hampir semua perserta bergoyang akibat hipnotis musik regge yang di mainkan oleh beberapa senior. kayanya regge sudah menjadi lagu wajib yang dinyanyikan dalam acara seperti ini. api unggun yang di nyalakan di tengah pun tidak luput di jadikan pusat para peserta bergoyang. keadanya sudah mirip dimana para suku indian menari untuk meminta hujan. dan benar saja, tak lama kemudia hujan deras pun turun.

para senior sudah mulai meninggalkan tempat pertunjukan itu. gw berlari menuju mobil untuk berteduh. dan tak lama kemudian semuanya menjadi gelap dan tak tau apa lagi yang terjadi malam itu. (ini ketiduran maksudnya)..

perlahan demi pelahan kesadaran gw sudah mulai pulih(ini bangun tidur maksudnya). gw buka pintu mobil, dan dingin lawu langsung gw rasa di setiap bulu bulu yang ada di tubuhkan. bulu lengan, bulu kaki, tapi tidak untuk bulu ketek. karena memang sudah didesign hangat di bagian tersebut.

segelash susu coklat hangat cukuplah untuk menghangatkan tubuh ini. dan sepiring mie goreng cukuplah untuk mengobati rasa lapar ini.

akhirnya moment yang di tunggu tunggu pun datang juga. moment dimana kami para senior menunjukan senioritasnya. moment itu kami berinama, refleksi(ntah bener atau salah). momen dimana para panitia akan kami koreksi habis habisan kinerjanya dalam penyelanggaran acara ini. mulai dari semua kesalahan, dan semua kelalaian akan terbongkar semua di sini.

gw dan beberapa temen gw selaku senior dari departeman PUBDEKDOK(PUBlikasi, DEKorasi, DOKumentasi) akan beracting sok galak, sok serem, dan sok sadis kepada panitia yang mengurus semua kegiatan PUBDEKDOK kali ini.

moment tersebut adalah ending dari acara kali ini. dan gw, ishe, umin pun bersiap pulang.

Go To Lawu PART2

jam 2 siang kami sampai di bumi perkemahan yang sudah bertahun tahun selalu kami gunakan untuk melaksanakan acara ini. maklum sudah tradisi, kata biskuit roma. perjalan yang cukup panjang dan lama. mulai dari jam 8 pagi hingga jam 2 siang(ini sudah termasuk mampir2).

keadaan  disana begitu sepi, ini dikarenakan hampir semua peserta yang mengikuti acara ini pergi mendaki menuju flying camp. flying camp bukan berarti sebuah camp yang bisa terbang, ini hanya istilah. ntah mengapa di sebut seperti itu. sekarang ini gw berada di ground camp. tidak ada apa apa, hanya beberapa panitia yang sedang berlalu lalang.

kami pun tidak lupa mendokumentasikan keberadaan kami di sini. foto di sana, foto di sini. hingga akhirnya muncul pesan dari kamera yang kami pakai, MEMORY FULL. “bukanya udah di pindahin semua”, kata temen gw selaku pemilik  kamera yang cukup canggih ini. dia menyuruh gw untuk mencabut memory, kali ajah erorr. dan ketika gw membuka penutup memory. semua seperti terhenti. daun yang jatuh dari pohonya seperti melambat. semua terasa hening. “kok memorynya nggak ada?” kata gw dengan lemes kepada teman gw yang punya kamera.

inilah kekonyolan yang pertama terjadi selama perjalanan ini. ternyata eh ternyata si UMIN selaku pemilik kamera melupakan komponen terpenting dari kemeranya. yaitu memori card yang selalu menyimpan yang terekam oleh kamera. cape deh….

hari pun menjelang sore. si Ishe mau mandi. di cuaca yang begitu dingin ini, masih terbesit olehnya untuk mandi. kunci mobilpun gw berikan kepadanya untuk mengambil semua peralatan mandinya. jelang beberapa saat kemudia, dia kembali dan berkata,”aku telah melakukan kesalahan besar”. kunci mobil tertinggal di dalam mobil, dan mobil di kunci dari luar.

gw mulai berpikir, bagaimana cara membuka mobil yang terkunci ini tanpa kunci. harus kah gw terleport kedalam mobil?? jangan, nanti gw ketahuan kalo gw punya kekuatan seperti itu. apa gw pecahkan saja kacanya biar rame, biar gaduh, biar ricuh, kok kaya AADC gini sih??!!. kebingunan ini pun berakhir dengan sebuah solusi yang sangat ampuh, yaitu memanggil tukang kunci, juru kunci segala pintu yang terkunci. seandainya saja juru kunci punya kunci untuk mebuka hati seluruh wanita yang dia temui, pasti doi sudah jadi playboy cap kakap yang paling tangguh di muka bumi ini.

go to lawu part 1

pagi  pagi gw udah menyiapkan semua apa yang harus gw bawa, dan apa yang harus gw tinggalkan. baju secukupnya, celana secukupnya, pakain dalam seecukupnya, tidak lupa juga semua peralatan perang yang bisa di gunakan untuk melawan dinginnya gunung lawu/tawamangu solo.

hari ini adalah hari dimana akan dilaksanakan makrab tahunan untuk anggota baru keluarga informatika UII. acara ini diberi nama WEB. kependekan dari , Workshop Edukastion n out Bond.

acara ini memang selalu di nanti nantikan, karena acara ini bisa di jadikan ajang kenal kenalan, ajang eksis eksisan, dan ajang cinlok cinlokan. kaya gw dulu, yang cinlok dengan peserta yang cantik itu, itu dulu… sekarang?? udah lupa tuch. uhuii.

gw berangkat di hari kedua dari acara ini. acara ini sendiri dilaksanakan selama 3 hari 2 malam. gw berangkat dengan menggunakan mobil  yang alhamdulillah gw peroleh dari hasil pinjam dengan teman lama, teman yang sangat lama, hampir terlupa, dan teringat kembali ketika gw butuh bantuanya, hahaha.

berangkat ber 3, layakanya film realita cinta dan kolor ijo, maksud ane cinta dan rock n roll. film yang menceritakan tentang 3 muda mudi labil yang berprinsip rock n rol, sotoy dah gw. apa yang membuat mirip perjalan ini dengan film itu?? gw pergi dengan 1 orang cowo, dan satu orang cewe. ya… langsung terlintas,” kok kita kaya film cinta dan rock n roll ya”, kata  cewe yang duduk di kursi belakang.

selama perjalanan ini, kami selalu setia di temani  oleh alunan lagu yang higga berulang kali terputar saking lamanya perjalan yang kami tempuh. mulai dari lagu barat, indonesia, hingga korea. untung tidak ada lagu “you know me so well” nya  sm*sh. bisa nge rem mendadak gw.

perjalanan tidak semulus yang kami rencanakan, kami tersesat. kami binggung mau lewat mana?? bisa bisa rencana ke tawamangu berakhir ke bali(yang ini nyasar yang menyenangkan). atau ke tempat lain yang tidak kami rencanakan.

malu bertanya, sesat di jalan. agar kesesatan kami  ini tidak terlalu lama, maka kami bertanya dengan orang orang yang kami lalui. mulai dari tukang becak yang sedang asik bersantai, hingga karyawan spbu yang mengira kami akan mengisi BBM. satu pesan yang begitu membekas dalam benak kami,” jangan sekali sekali belok kiri”. itu yang di katakan oleh semua orang yang kami tanyakan,” mas/mba, lawu resort tawamangu lewat mana yah??”

akhirnya kami menemukan jalan yang benar, dan semoga kami semua masuk surga, maksud gw ke lawu.