KISAH PENDADARAN

“baik mas, setelah melihat presentasi anda. maka dengan ini anda di nyatakan lulus dengan revisi yang sudah tertera di laporan anda” kata pembimbing ku

“alhamdulillah” kukatakan dengan penuh rasa bersyukur.

akhirnya, perjuangan selama 9 bulan ini terbayar  impas dengan kata kata “lulus”. ketika kata itu terucap oleh dosenku , aku merasa dunia itu jauh lebih berwarna. aku seakan bisa melihat betapa luasnya dunia ini. hanya dengan satu kata” lulus” udah bisa membuat aku membuang energy negatif yang ada di otak. dan sekali lagi, hanya dengan kata lulus udah bisa membuat aku untuk tersenyum terus selama beberapa hari kedepan. tersenyum terus hingga akhirnya aku mulai bingung, mau di bawa kemana hidup ini(baca: pengaguran).

mari flash back ke satu jam yang lalu. ketika aku memasuki ruangan ini, ruang sidang. ruang dimana para mahasiswa mempertahankan tugas akhir mereka. aku  datang sesuai jadwal, jam 1 di hari jumat.  sengaja aku memilih masjid yang jumatanya lebih cepet agar bisa datang sebelum itu.

aku tiba di kampus sekitar jam 1 kurang 15 menit.  waktu yang cukup untuk mempersiapkan semuanya  sebelum jarum panjang  jam menunjukan angka satu.aku disuruh siap siap oleh mbah mbah yang kami kenal dengan nam mba azif. aku langsung masuk keruang sidang, mempersiapkan semuanya.

jarum panjang pada jam sudah menunjukan angka satu. sidang belum dimulai juga, ntah mengapa. aku masih menunggu, dan terus menunggu kapan sidang ini dimulai. menunggu itu membuat perasaan tak nyaman, kaki getar getar, dan jantung ini cenat cenut. semuanya begitu lama hingga akhirnya tiba. dua penguji  masuk, pak Affan dan pembimbing ku sendiri, pak Yudi. pedadaran pun di mulai. 5 menit kemudian munculah dosen penguji  gw yang ketiga, pa Irving.

pedadaran di mulai jam setengah 2, meleset setengah jam dari jadwal seharusnya. oha iya, aku adalah orang yang terakhir pendadaran bulan ini. semoga keterakhiran ini tidak membuat ku mengalamami  nasib yang kurang baik.

15 menit pertama aku isi dengan presentasi tugas akhirku , dan demo game yang ku buat. saat itu hujan begitu deras. suara  gemuruh petirnya pun terkadang membuatku terpaksa untuk diam sejenak. menunggu hingga gemuruh petir tidak menggangu lagi.

15 menit berlalu, dan aku selalu tersenyum. teringat tips pendadaran dari seorang teman. “apa pun yang terjadi, tetaplah tersenyum kawan”, begitu katanya. itulah sebabnya aku selalu tersenyum. senyum itu memiliki energy positif. dan dengan senyum, kita menyebarkan energy positif.

sesi tanya jawab pun dimulai. pak affan menanyakan masalah strory board game. apakah story board yang ku buat sudah cukup jelas mewakili dengan implentasinya. aku sudah menjawab sekenanya. tapi  ujung ujungnya pak affan tetap meminta aku untuk lebih memperjelas story board di laporanku.

pak irving mempertanyakan masalah konsep dari game ini. kenapa bentuk arena seperti itu, kenapa pemilihan lagu seperti ini, dan mengapa begini begitu. semua pertanyaan itu, alhamdulillah selalu bisa gw jawab dengan tetap tersenyum.

suasana pendadaran yang selalu terbanyangkan menegangkan, menyeramkan, dan segala semua  suasan yang tidak mengenakan. semuanya  tidak aku alami, atau  munkin sebenarnya itu tidak benar adanya.  suasana santai, ramah, hangat dan sedikit candaan sambil memakan cemilan. itulah yang kurasakan. pak affan pengujiku dengan santainya makan coklat. pak yudi yang biasa diekanl anak anak dengan sebutan MR.COOL karena kedinginanya. di ruanngan  itu dia terlihat lebih santai dan sedikit bercanda.

satu jam berlalu. sesi tanya jawab selesai. aku disuruh keluar. aku menunggu di luar, sekitar 3 menitan aku udah di suruh masuk lagi. dan ini lah pengumunya. ” anda di nyatakan lulus”. kalimat itu menguba  semua yang ada di pikiran ku. semua terlihat seperti penuh dengan bintang. berjalan begitu pelan, dan begitu indah.

alhamdulillah, cuma itu yang bisa aku ucapkan.

aku tinggalkan ruangan ini. aku tinggalkan ruang jurusan. keberhasilanku di sambut dengan hujan  yang belum berhenti. siapa kah yang datang untuk menungguku?? ternyata tidak ada. ada rasa sedikit kesedihan yang kurasakan. aku bingung, mau berbagi keberhasilan ini dengan siapa. tapi aku cepat cepat menghapus kesedihan itu agar tidak meganggu kebahagian ku. hari ini aku ingin berbahagia dulu, ntah sampai kapan.

aku segera menelvon rumah, kuberitahukan berita ini. mamah, papah, kakak, aku anak paling bungsu …. lulus.

saatnya aku melangkah untuk mimpi mimpi berikutnya.

2 pemikiran pada “KISAH PENDADARAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s