WISUDAKU….

Bahagia tapi melelahkan, melelahkan tapi bahagia. Kurang lebih begitulah acara wisuda. Alhamdulillah tanggal 23 april ini aku wisuda. Aku ingin berbagi cerita tentang wisudaku.

Aku berangkat pagi, pagi sekali. Ini karena sifat ayahku yang sangat menghargai waktu. Darinyalah kami empat saudara didik untuk belajar tidak membuang buang waktu. Denga kata “cepat cepat cepat” selalu membuat kamu terburu-buru hingga kecil. Efeknya adalah sekarang, kami berempat sangat menghargai waktu. Tapi sekarang ayah terus mendidik kami dengan kata “cepat cepat cepat”nya itu. Walaupun terasa sangat membosankan karena kami sudah bukan anak kecil lagi. Tapi tak apalah, biarkan nasehat itu menjadi selingan telinga kanan telinga kiri ini.

Tak lama aku, ayah, dan mamahku pun sampai di tempat pelaksanaan wisuda. Baru keluar dari mobil, gw udah dihadang oleh fotografer jadi jadian. Alias pas wisuda ajah jadi fotografernya, hehehe. Jadi keinget gw dulu yang juga sering iseng cari duit dari acara wisuda seperti ini.

Pertama tama yang harus dilakukan oleh para wisudawan dan wisudawati ketika datang di acara ini adalah presensi. Setelah melakukan presensi, gw mengambilkan snak untuk orang tua gw. Setelah itu gw berpisah dengan mereka. Gw pun mulai berkeliling tidak jelas, mencari seorang teman yang bisa diajakin ngobrol sambil menunggu acara ini dimulai.

Persis seperti orang linglung, gw celinga celingu mencari teman. Tidak ada teman satu jurusan, gw pun gabung dengan anak farmasi yang waktu itu beberapa diantara ada yang gw kenal. Tak lama kemudia barulah gw berhasil menemukan segrombolan anak informatika. Dan dengan tanpang sok cool gw, gw beragabung dengan mereka.

Teringat pesan anak kos gw yang udah tua,” waktu yang tepat untuk foto foto adalah ketika masih pagi, masih fress,”kurang lebih begitu katanya. Maka dari itu, dengan bersenjatakan kamera poket yang imut imut, gw berfoto2 dengan setiap teman yang gw temui berserakan di area ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jam 7 lebih barulah kami para wisudawan dan wisuda wati bisa masuk kedalam ruangan aduitorium yang digunakan pelaksanaan acara wisuda ini. Gw melihat sekeliling, ku perhatikan semua wajah yang tersenyum itu. Ini kah kebahagian atas kelulusan anak anak mereka?? Itukah senyum mereka atas keberhasilan mereka?? Itulah wisuda, semua orang berbahagia di sini, di dalam ruangan ini.

Setelah kami menempati tempat duduk masing masing yang sudah bernomer sesuai dengan nomer absen kami. Tak lama kemudia, rector , para dekan, para kajur, memasuki ruangan dengan diawali hentakan tonkat sakti yang berbunyi krincing kringcing. Bagi gw yang pertama kali mengikuti acara ini, gw merasa cukup unik dengan tonkat itu. Sesakral itukah tonktat tersebut dalam acara wisuda??

Ada 600 lebih orang yang akan diwisuda kali ini. Angka yang cukup banyak untuk menunggu, menanti nama gw untuk dipanggil. Semoga nama gw bukanlah berada di akhir dari daftar 600 orang tersebut. Tak lama kemudia nama gw dipanggil. Dan sambil tersenyum mesem mesem gw menuju kedepan untuk dipindahkan tali topi toga gw dari kiri ke kanan.

Ada beberapa keunikan dalam wisuda kali ini. Ada seorang anak yang bernama muamar kadafi dan yusril hezra mahendra. Lansunglah ketika nama itu disebut seisi ruangan ini langsung ricuh dengan nama tersebut.

Dibagian akhir dari wisuda kali ini adalah sambutan dari bapak rektor kami. Ternyata, setelah sekian lama gw kuliah disini, ini adalah pertama kalinya gw melihat secara langsung wajah rektor gw. Dan setelah mendegarkan pidatonya, ternyata rektor gw bukanlah seorang yang kaku, melainkan seorang yang gaul.

Selesailah sudah acara wisuda ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s