Temanggung, my First part

pemandangan yang selalu terlihat di tempat kerja
gunung sumbing. wowowowo

Sekarang gw lagi ada di temanggung. Letaknya yang berada di kaki gunung, membuat tempat ini menjadi tempat yang cukup dingin, munkin lebih dingin dari pada kaliurang. Gw kok bisa ada disini?? Jadi begini ceritanya….auuuuw *niruin kisah misteri yang dulu ada di rcti.

Gw keterima kerja, munkin lebih cocoknya gw ditawarin kerja ama senior gw. Gw ditawarin kerja sebagai technical support di sebuah perusahaan yang didirikan oleh mantan dekan gw. Nama perusahan tersebut adalah rpi. Setau gw dulu rpi merupakan kependekan dari rumah produksi informatika, tapi balakangan gw tau ternyata namanya sudah berubah.menjadi rabiha pilar informatika.

inilah jadinya aku sekarang. Terdampar di tempat yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya, temanggung. Gw disini ditugasi untuk menjadi pendaping langsung sistem informasi rumah sakit pku muhammadiah temanggung. Secara garis besar, tugas gw mendampingi penggunaan sistem informasi yang dibuat oleh rpi.

Gw juga ditugasi sebagai pencatat error sistem. Dengan adanya pendapingan, memungkinkan adanya ketidak cocokan antara sistem dengan apa yang diinginkan user. Nah, ketidak cocokan inilah yang nantinya bakal gw laporkan ke orang kantor untuk dibenahi lagi.

Gw baru disini, kerjaan gw belum keliatan aksinya. Maksud gw, gw masih cuma ol ajah kalo masuk rumah sakit. Ya munkin belum keliatan kali yah. Semoga ntar bakal ada suatau pengalaman baru yang bisa gw tulis di cv gw, hehehe.

Di temanggung gw tinggal tepat di belakang rumah sakit. Dekat sekali, cukup dekat untuk bangun agak telat, hehehe.  Kos gw masuk ke dalam sebuah gank yang berada tepat di samping rumah sakit. Kurang dari 10 meter, kos gw udah terlihat. Nama pemilik kos tersebut adalah ibu nur. Ibu yang cukup ramah. Semoga tidak ada sesuatu yang terselubung di balik keramahanya, hehehe.

Di deket kos gw juga berdiri sebuah masjid yang cukup besar. Karena dekatnya, gw jadi selalu terbangung ketika azan subuh. Apakah gw sholat subuh di masjid?? Hanya allah yang tau, hehehe.

Di hari pertama gw ngekos disini, gw dikejutkan dengan kemunculan sesosok yang tak pernah terpikirkan untuk melihat begitu dekat denganya. Siapakah itu?? Atau lebih tepatnya, apakah itu?? Bentuknya panjang, licin, manis. Kalau kata cef juna, daging manis itu menjijikan. Jadi itu adalah sesuatu yang menjijikan.

Itu ular, seekor ular warna hitam yang sedang bersantai di bawah pintu kamar mandi. Pada awalnya gw hanya melihat buntutnya. Ketika gw telusurui, ternyata ad kepalanya, dan itu adalah kepala ular.

Hampir ajah gw teriak,”ular ular ular”. Tapi setelah dipikir-pikir, dari pada gw teriak, terus ularnya kaget, dan ularnya matuk ular gw, mending gw kabur keluar.

Gw langsung bilang ke bapak kos tentang kebaradaan ular tersebut. Bapak kos langsung bertindak. Dan akhirnya ulat tersebut tewas seketika dengan hentakan sapu ajaib yang digunakan untuk memukul ular tersebut. Bangkainya pun di larutkan di wc kamar mandi tersebut. Hingga sekarang gw nggak bakal make tuh wc. Kali ajah tuh ular idup lagi, terus keluar, terus matuk anu gw yang lagi nongkrong di wc itu. Yeakkks, ngebayanginnya ajah udah geli geli serem…

Malamnya gw ngobrol dengan bapak kos dan keluarganya yang terdiri dari ibu kos dan satu anak paling kecil mereka. Ternyata kejadian ular masuk kamar mandi itu sudah biasa. Apa pak?? Udah biasa??Oh tidak.., gw nggak bakal lagi masuk kamar mandi yang satu itu. Bapak kos menawarkan kamar mandi yang satu lagi yang khusus dipakai keluarga ini dan juga bebas dari kunjungan ular. Ohh terimakasi bapak dan ibu kos, kalian pengertian sekali. Tapi berhubung ini adalah kamar mandi keluarga, gw harus nunggu kamar mandi tersebut benar benar tidak dipakai, baru gw bisa pakai.

Obrolan malam itu pun berlanjut dengan sebuah kisah tangisan yang terkadang bisa terdengar di malam hari. Pada bagian ini, bulu kuduk gw merinding kuadrat. Setelah ular, sekarang kisah misteri tangisan. Tepat di belakang rumah ini adalah ruang icu rumah sakit. Gw nggak begitu ngerti masalah istilah ruang icu. Ada apa dengan ruang icu? Bapak kos pun melanjutkan ceritanya. Bapak berkata,” kalau ada yang nagis, berarti ada yang meninggal”. Gw masih kebingungan, “jadi siapa yang nangis pak??”. “mereka….”| ” mereka siapa….”|” mereka….”|”siapa pak?!”|” keluarganya begooooo |#hening

Karena gw masih terkena syndrom merinding kuadrat, gw nggak berani dong matiin lampu. Biasanya sih gw kalau mau tidur selalu dengan keadaan gelap, tapi untuk malam ini……hihihihi

Besok paginya gw bangun dengan keadaan perut mules. Ketika gw kekamar mandi, ternyata kamar mandinya dipake. Gw muter otak. Muter otak dalam keadaan mules ternyata menghasilkan sebuah solusi yang cukup smart dan super sekali. Kenapa nggak boker di kamar mandi masjid??? Ting ting ting. Langsung ajah gw ngacir ke masjid, dan boker dengan ketenangan dan kekhusyuan. Besok-besok nya gw jadi lebih sering boker di masjid dari pada boker di kos.

Oke, kayanya sekian dulu postingan kali ini. Sampai ketemu di postingan gw selanjutnya yah?? Dengan cerita yang kurang penting, tapi mungkin seru untuk diikutin…hehehe.

3 pemikiran pada “Temanggung, my First part

  1. hahahaha, nice post:-)
    salam kenal mas, saya lagi iseng2 browsing nyari tempat hidup di indonesia yang murah dan sejuk. karena saya pernah ke wonosobo, jadi temanggung juga kepikiran, eh ketemu blog anda.
    saya suka baca tulisan jenengan. kocak. kapan-kapan tulis dong soal biaya hidup disana dll. kalau ada lowongan buat orang kaya saya juga boleh sekali sekali di info kan.
    salam dari jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s